Langsung ke konten utama

Kampus Negeri yang Tercemar

    Isu yang sedang ramai dibicarakan ya reader!, ada salah satu kampus negeri di Indonesia yang 'nama baiknya' tercemar' di 2020 saat masa ospek.karena video ospek yang kurang beretika beredar. Kalian bisa search aja beritanya di search engine. 
Aku bukan mau ngomongin tentang kampusnya, tapi aku mau berbagi pandangan aku ke kalian. Kalian juga boleh kasih tau aku dan yang lainnya tentang pandangan kalian lewat komentar di bawah yaaa...


    Nama baik kampus yang udah terbangun dan dijaga selama sekian tahun harus tercemar karena kasus ini yang dilakukan beberapa orang aja. Sebenernya aku ga terlalu mendalami kasus ini, karena mau dikaji dari aspek apapun akan tetap salah karena ini hal dasar dan dasarnya aja mereka udah salah.
Gimana sih menurut pandangan kalian tentang maba yang dimarah-marahin di ruang publik mahasiswa?
Bagi aku, hal itu sangat salah. Walau dengan tujuan mendidik, tapi mendidik kan bukan tentang hasil dan tujuan aja, bagian 'mendidik' dari mendidik adalah prosesnya, seperti apa proses yang kita jalani, itulah yang akan mendidik kita.
Ada ospek, ada ketentuan, ada kating. Marah-marah it's not a good way dan bukan solusi, kalau emang ada maba yang melanggar ketentuan ospek, dan kemungkinan itu memang akan selalu ada, daripada menegur dan bentak-bentak di ruang publik lebih baik diberi sanksi tugas saja. Poinnya maba ini ga bertanggung jawab sama ketentuan yang ada, maka beri tanggungan lainnya, mungkin itu lebih akan mendidik.

"Dan siapa yang memberi hak kalian untuk marah2 kepada maba? apakah yang memberi hak nya berhak? atau apakah sudah ada perjanjian kepada maba? "
Jalani kewajiban dan jangan melanggar hak, please. 

    Next, kita menjalani hidup itu bukan hanya membawa nama baik diri sendiri. Ada nama baik agama, nama baik orang tua, keluarga, teman2 dan sahabat kalian, kalau kalian lagi studi artinya bawa nama baik almamater. Itu semua harus kita jaga, itu tanggung jawab.
Kita harus mempertinbangkan nama2 baik yang kita bawa saat kita melakukan suatu hal secara lisan-tulisan. 

Cukup segini dari aku, kita bisa lanjut diskusi lewat komentar dengan perspektif dari kalian.
Thank you ...

Komentar